Naskah Drama Malin Kundang 4 Orang Apr 2026

(Melihat desa kumuh) Malin, sungguh mengapa kita singgah di pelabuhan yang menyedihkan ini? Aroma amis ikan membuatku mual.

Pesan moral dari cerita ini: Hormatilah ibu dan ayahmu, jangan lupakan asal-usulmu, dan jangan biarkan kesombongan menghancurkan hati orang yang melahirmu.

(Menarik lengan Malin) Ayo, Malin. Jangan buang waktu dengan pengemis kurang ajar ini. Suruh dia pergi.

Malin Kundang berubah menjadi batu. Siti selamat tetapi hidup dalam kesengsaraan. Mande Rubayah pulang ke gubuknya, patah hati hingga akhir hayatnya. naskah drama malin kundang 4 orang

Ma, Ibu harus kuat. Malin tidak tahan lagi melihat Ibu bekerja keras setiap hari. Malin akan pergi ke kota, kaya raya, lalu kembali menjemput Ibu.

Nak... akhirnya Ibu bertemu denganmu. Ibu tahu kau pasti kembali.

(Berteriak ketakutan) Malin! Apa yang terjadi? Tolong! (Melihat desa kumuh) Malin, sungguh mengapa kita singgah

Bertahun-tahun kemudian, Malin Kundang menjadi saudagar kaya raya. Ia memiliki kapal besar dan istri cantik bernama Siti. Sayangnya, kesuksesan membuatnya lupa diri.

Ibu akan berdoa setiap hari. Pulanglah, Nak. Jangan lupakan Ibu.

(Menyela dengan sinis) Dasar perempuan tua gila. Suamiku adalah saudagar terpandang. Mana mungkin ibunya seperti pengemis jalanan. (Menarik lengan Malin) Ayo, Malin

(Berbisik pada Malin) Siapa wanita tua kumal itu? Jangan bilang dia ibumu. Cepat usir, Malin. Aku malu. Babak 3: Penolakan yang Keji (Mande Rubayah sudah berada di depan Malin. Ia mengulurkan tangan keriputnya.)

(Berusaha mengendalikan kemudi) Tenang, Siti! Ini hanya badai biasa!

(Berteriak lirih) Malin? Malin Kundang? Itu kau, Nak? Ibu... Ibu tidak salah lihat?

Ir para cima